kita tidak dihargai dari beratnya beban yang kita pikul, tapi kita dihargai dari cara-cara kita menyelesaikan beban yang kita pikul........

Senin, 06 Februari 2012

dzaky dikhitan

Kamis, 19 januari 2012

Esok, dzaky akan dikhitan, kok hati tidak tenang ya. Mungkin ini juga hal serupa yang dirasa bapak dulu saat aku dikhitan kelas 6 sd dulu. Dzaky memang spesial. Diusianya yang belum genap tiga tahun dia harus dikhitan karena ada permasalahan dengan saluran kencingnya. Ayah akan lakukan apapun untukmu. Ayah janji itu, dan ayah yakin bundapun akan melakukan hal yang sama. Kami mencintaimu nak.
Malam ini serasa sangat panjang bagi ayah. Dan mungkin ini lebih berat daripada menghadapi ujian kompre bagi ayah. Semoga esok akan berlangsung lancar. Semoga Allah memudahkan proses operasi mu esok nak. Jadilah anak yang kuat. Jadilah anak yang sholih. Dan temukan jati dirimu. Engkau adalah harapan kami. Maka bahagialah engkau dengan perjuanganmu.

Jum'at 20 Januari 2012

Insyaallah hari ini jum'at hari baik. Hari dzaky akan dioperasi circumsisi atau dikhitan karena ada permasalahan pada saluran kencing. Jam 8.30 kami berangkat dari rumah tiba di RSUP Dr Sardjito jam 8.45an. Seperti yang dijanjikan kalau kami harus datang jam 9 karena janji operasi jam 10. Dzaky juga harus puasa dari jam 5 pagi. sampai hampir jam 11 belum juga ada panggilan operasi. Seperti kebanyakan anak usia 3 tahun, Dzaky mulai rewel minta minum dan makan tapi karena tidak boleh makan dan minum sampai operasi tiba maka harus dialihkan perhatiannya. Akhirnya mendekati jam 11an dzaky dipanggil masuk ruang operasi. Dia akan dibius total. Menunggu dzaky operasi circumsisi. Ya Rabb, ini sangat mendebarkan, sampai untuk ngetik draft tulisan ini saja di hp gemetar tangan. Ya Rabb lancarkan oparasi anakku. Engkaulah penggenggam segala keputusan. Lancarkanlah operasinya. Karuniakan kesehatan. Astaqfirullah. Subhanallah. Alhamdulilliah. Allahu akbar.

Dzaky anak kuat kan, sholih, sehat, ceria, insyaallah operasinya berjalan lancar dan semoga lekas sehat, kembali bergerak, bermain, dan belajar seperti sedia kala. Semoga dzaky menjadi anak yang sholih. Ayah dan bunda sayang dzaky. Sudah setengah jam belum ada tanda-tanda selesai. seorang keluar dari ruang operasi, memanggil ibu dzaky.... "sudah didalam" jawabku. Padahal bunda sudah didalam dari tadi. Ada apa ini. ya Rabb... detak jantung ini semakin cepat, apa yang terjadi.... Semoga semua dilancarkan. Astaqfirullahalaziem... semakin deg-degan.

Astagfirullah... Subhanallah... Alhamdulillah... Allahuakbar

Alhamdulillah operasi berjalan lancar, dzaky sadar sesaat sebelum adzan sholat jum'at berkumandang.

Semoga menjadi anak shalih... gapai duniamu nak beserta akhiratmu.
Selengkapnya...

Jumat, 25 November 2011

Hari Pertanggungjawaban Seorang Mahasiswa D-IV

Hari ini hari dimana saya akan dimintai pertanggungjawaban atas skripsi yang saya tulis. Dua tahun menuntut ilmu di D-IV semoga dapat bermanfaat bagi umat. Dan hari inilah hari penentuan apakah saya dapat mempertanggungjawabkan hasil tulisan dan mempertangungjawabkan apakah sudah menyerap ilmu yang sudah dengan susah payah dosen-dosen tercinta membaginya.

Disinilah saya dapatkan kekuatan doa dari orang tua, istri tercinta, saudara, sahabat-sahabat. Kekuatan doa yang melengkapi ikhtiar saya. Doa yang saya harapkan ALLAH mengabulkan doa-doa mereka.

Hari ini 25 November 2011 saya akan menjalani sidang komprehensif skripsi, itu yang mengalun dalam benak saya pagi hari... insyaALLAH, innallaha maana.... Mantabkan hati walau tak dapat ditolak jika jantung berdetak lebih cepat dari bilangan normalnya.

Di Student Centre..... Jam 09.15 WIB

Dihadapan ketiga dosen penguji tak lupa kulantunkan doa yang diajarkan Nabi Musa...

Bismillahirohmanirrohim..

ROBBIS ROHLI SODRI WAYASSIRLI AMRI WAHLUL 'UQDATAMMILLISANI YAFQOHU QOWLI....

Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku,
dan mudahkanlah untukku urusanku,
dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku,
supaya mereka mengerti perkataanku.

Dan sidangpun dimulai.......

Mengalirlan pertanyaan demi pertanyaan dari dosen penguji, sebagian besar pertanyaan dapat saya jawab dengan mantab, sebagian lainnya ada yang saya kurang mantab menjawabnya, bahkan ada beberapa pertanyaan yang saya sama sekali tidak tahu apa jawabnnya...

Waktu sidangpun berlalu, alhamdulillah akhirnya dapat menyelesaikan sidang dengan baik, minimal itu dari kacamataku... dan sangat berharap itupula penilaian dari kacamata dosen-dosen pengujiku.

Hasil sidang masih harus saya tunggu hingga 2 teman saya menyelesaikan sidangnya, jadi akan diumumkan pada akhir masa.

Setelah Jum'atan....
Teman saya yang terakhir masuk ruang sidang Jam 12.30..... dan keluar jam 13.30...

Akhirnya tiba waktu pengumuman...
Kami berempat dipanggil kembali ke ruang sidang... satu-persatu untuk dibacakan hasil penilaiannya....

Tiba giliran saya, giliran ke dua, seperti urutan sidang.....
Setelah dipersilahkan duduk, ketua dosen penguji menanyakan bagaimana kesiapan saya? apakah anda berpendapat akan "lulus" atau "lolos".
"InsyaALLAH lulus Pak".....

.............
.............

Dari hasil pengujian, selamat anda kami nyatakan lolos dengan nilai untuk skripsi dan MKB A- dan A-....

Alhamdulillah..... Sungguh besar nikmat ALLAH.....
Luar biasa, perjuangan itu seakan cair kesulitannya...
Ini adalah kekuatan dari doa-doa orang tua, istri tercinta, saudara, dan sahabat-sahabat... Semoga ALLAH membalas atas doa yang sudah terlantun dari lisan dengan kebaikan yang luar biasa...

Perjuangan saya juga tidak terlepas dari peran seorang dosen yang membimbing saya dengan sabar, meluangkan waktu ditengah padat-padatnya aktivitas... dan tentu saja perngorbanannya sangat besar... semoga ALLAH selalu melindungi Bu Melati Usman... dan menganugerahkan pahala amal jariyah atas ilmu yang beliau transfer kepada saya.

Pengalaman sidang skripsi ini mengajak saya untuk berpetualang fikiran, dalam sidang saja sudah berdetang diluar kebiasaan normal jantung saya, bagaimana nanti di hadapan sidang ALLAH.
Ini adalah pelajaran dalam hidup bahwa apasaja yang kita lakukan akan dimintai pertangungjawaban, kalo kini saatnya saya dimintai pertanggungjawaban akademik dengan mempertahankan skripsi saya dihadapan Ketiga dosen penguji dan menjawab kompre mata kuliah secara lisan maka suatu saat kelak akan ada sidang yang lebih dahsyat lagi.... di padang masyar sidang atas seluruh perilaku kita didunia.... sidang yang tidak ada seorangpun peduli dengan orang lain karena sibuk dengan dirinya sendiri, sidang dimana kita tidak bisa mengelak atas semua bukti yang bisa saja berasal dari tubuh kita sendiri. Yaitu pada saat tangan dan kaki berbicara, mengaku perbuatan yang telah dilakukan dan sang lisanpun dikekang agar tidak bisa berbohong membantu tuannya.
Selengkapnya...

Sabtu, 12 November 2011

menuju hari penentuan di D4 STAN

Dua pekan kedepan pasti akan terasa sangat cepat. Waktu akan menunjukkan sifat relativitasnya. Saat kita menunggu waktu akan terasa sangat lambat, tapi menunggu yang satu ini pasti akan terasa sangat cepat. Ya, menunggu waktu sidang skripsi Ya Rabbi, mudahkan dan lancarkan ujianku. Semoga menjadi pengalaman yang berharga dan semoga skripsiku dapat bermanfaat bagi banyak orang. Tidak terasa sudah hampir 2 tahun kembali ke STAN dan meninggalkan dunia kerja, sudah sangat merindukan dunia pekerjaan. Tetapi sepertinya nanti akan butuh waktu untuk kembali menyesuaikan diri lagi. Selengkapnya...

Sabtu, 22 Januari 2011

aku ini bodoh tapi ingin berubah

Semakin lama aku merasa semakin bodoh, banyak bicara tanpa disertai pengetahuan, sehingga hanya bermain perasaan tanpa dasar ilmunya. Kemarin serasa sudah menguasai semua medan sehingga siap diterjunkan dalam laga, ternyata belum ada apa-apanya, belum cukup untuk bertempur dan berjuang, kalau seperti ini bila diibaratkan dalam medan perang maka hanya akan menyusahkan pasukan lainnya atau bahkan menjadi beban dan akan menjadi martir yang tidak memberikan kontribusi bagi perjuangan. Beruntungnya aku mempunyai kesempatan untuk belajar lebih banyak, mungkin kalau dilihat-lihat seperti anak kecil yang dapat mainan baru atau dapat sesuatu yang baru sehingga sangat menarik perhatiannya. Satu sisi umur sudah semakin bertambah dan waktu semakin berkurang, sedangkan belum ada kontribusi yang kuberikan bagi orang lain. "Haus" kata pak iqbal islami, kata yang sangat dahsyat membangunkan ku dari tidur, ya haus akan ilmu, haus akan membaca. Kunci itu harus dipegang dan digunakan untuk membuka pintu cakrawala pengetahuan. Perlahan tapi pasti ada hal akan kudapatkan dan kuberikan untuk kebaikan bersama, dari dulu ingin sekali berkontribusi bagi sesama, memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain dan diri sendiri. Sehingga keberadaan ku ini ada manfaatnya bukan hanya menjadi manusia pengkritik dan pencela akan sesuatu yang kurasa tidak sesuai dengan ku. Lebih baik di kritik karena melakukan sesuatu daripada mengkritik sesuatu tapi kita tidak melakukan hal yang bermanfaat atas hal tersebut. Walau sifat dasar manusia pada umumnya tidak suka dikritik. Selengkapnya...

Jumat, 02 Juli 2010

About commitment

Sebenarnya sudah ngantuk, setelah menyelesaikan bagian tugas Seminar Akuntansi Pemerintahan, tadi ingin cepet-cepet nutup laptop lalu memejamkan mata. Tapi tiba-tiba terlintas lagi kuliah Pak Anies tadi siang. Ini tentang komitmen, menyatakan diri baik dan menginginkan kebaikan dan perubahan. Saat sebuah lingkungan kita dicap buruk (walau pada kenyataannya tidak buruk, hanya saja cap yang sudah melekat) maka stigma masyarakat akan menganggap semua yang berhubungan dengan lingkungan itu buruk. Maka jangan ragu mengatakan jika 9 dari 10 orang di lingkungan tersebut buruk maka saya adalah 1 orang yang tidak buruk tersebut. Dan saya yakin setiap 10 orang ada 1 orang yang tidak buruk, sehingga masih banyak orang yang baik maka yakinlah akan perubahan. Jika perubahan itu belum juga menghampiri maka jangan berputus asa. Terus berjuang, jangan menyerah. Mari belajar dari pada pendiri banngsa, dari bapak bangsa. Bayangkan jika mereka yang telah berjuang untuk kemerdekaan lalu dipenjara, disiksa, diasingkan, dibuang. Lalu berfikir, mengapa kemerdekaan tidak kunjung datang, sudahlah aku menyerah saja, ku hentikan perjuangan ini, niscaya tidak ada Indonesia merdeka. Indonesia merdeka karena mereka tidak menyerah, tidak ada kata putus asa. Ambil pelajarannya, jangan putus asa memperbaiki sesuatu. Berkomitmenlah untuk terus berjuang.


Saya adalah orang baik yang menginginkan kebaikan dan perubahan menjadi lebih baik.
Selengkapnya...

Rabu, 02 Juni 2010

Bersaudara ? Kenapa DIAM !!


Beberapa masa kebelakang, kita seakan tertidurkan bahwa ada sauadara kita yang mengungkapkan perihnya dengan kalimat " Aina antum ayyuhal muslimun?". Bukankah muslim itu diibaratkan satu tubuh, satu terluka maka bagian tubuh yang lain juga kan merasakan sakitnya? Itu seharusnya tetapi apa yang terjadi? Seakan semua diam, sebagian kecil yang bernyali untuk berteriak tak mampu membuka mata saudara muslim lainnya, entah tak mampu atau memang muslim yang lainnya tidak mau? Semoga kita mau untuk memahami apa yang terjadi dan mampu berkontribusi dengan bantuan yang terbaik yang mampu kita berikan. Dimana saudara kita di Palestina dijajah oleh kesewenang-wenangan zionis. Semoga kita mau dan bertindak sesuai kemampuan kia untuk saudara-saudara kita di Palestina.



WE WILL NOT GO DOWN (Song for Gaza) Lyrics
(Composed and Copyright 2009 by Michael Heart)

A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive

They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right

But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight
Selengkapnya...

Meniti Kembali Asa

Meniti kembali asa, semakin besar ombak semakin besar karang yang dibutuhkan untuk memecahnya, semakin besar angin semakin besar dahan yang diperlukan untuk menahannya, semakin besar cobaan semakin besar pula keimanan yang harus di pupuk. Saya tak pernah paham apa itu hikmah sebelum kejadiaannya terjadi, seringkali saya berburuk sangka terhadap ALLAH, seakan-akan mengapa harus saya yang menanggung cobaan itu. Seakan saya melupakan bahwa ALAH tidak akan membenani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya (hayuk dilihat lagi AL BAqoroh ayat 286).

Justru yang harus menjadi pertanyaan adalah apabila saya merasa bahwa hidup datar-datar saja tanpa cobaan, tanpa ujian, apakah saya ini dihadapan ALLAH tidak layak untuk diuji atau tidak layak untuk dinaikkan tingkatnya menjadi insan bertaqwa? Hal ini tentu saja bukan berarti menantang ALLAH untuk menguji. Tetapi ini menjadi nasihat buat diri sendiri, ALLAH pasti memiliki rencana terbaik dibalik setiap kejadian yang kita alami, yang harus saya lakukan adalah menjalaninya dengan cara yang terbaik, dengan cara yang elegan, dengan cara yang diajarkan manusia mulia yang menjadi Uswatun Khasanah. saya harus menjalankan bagian saya dengan cara terbaik yang bisa saya lakukan, karena setiap bagian ada peran sendiri-sendiri.

Dan menjadi penyemangat diri pula dengan doa "Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak kami sanggup memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatillah kami. Engkaulah pelingdung kami, maka tologlah kami menghadapi orang-orang yang kafir" (hayuk lihat lagi doa itu di penghujung Al Baqoroh 286).
Selengkapnya...

Kamis, 13 Mei 2010

Merindu

Merindu pena itu tergores kembali seperti dahulu, saat ia tidak terbungkam oleh kekang waktu. Memimpi waktu terurainya lantunan senandung cerianya dunia atau meradangnya penindasan. Berharap gelora asa itu datang menghampiri atau pilihan yang terakhir menggelorakan asa agar tetap tidak terbungkam. Selengkapnya...